Minggu, 27 Desember 2015

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PENELITI,MAKHLUK MORAL DAN BUDAYA

assalamualaikum wr.wb
               
              alhamdulillahhirabbil`alamin,segala puji kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehinngga kita masih bisa merasakan nikmat  yakni nikmat sehat.
             Sholawat ma`assalam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.berkat perjuangan beliaulah kita masih bisa merasakan indahnya agama islam. Dalam kesempatan  yang insyaallah di rahmati allah ini,saya akan kembali menuliskan sebuah  artikel singkat mengenai manusia sebagai makhluk peneliti,moral,dan berbudaya.

     MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PENELITI

ALLAH  telah menciptakan manusia dengan banyak fungsi dan kegunaan. salah satunya yaitu ssebagai makhluk peneliti dengan landasan surah al`alaq ayat 1-5.

Artinya : “Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. (1) Bacalah (nyatakanlah) dengan nama Tuhan mu yang telah menciptakan (segala sesuatu di alam semesta ini). (2) Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah beku. (3) Bacalah (umumkanlah !) dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. (4) yang mengajarkan dengan pena. (5) Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.    

Dari ayat ini manusia dapat   meneliti apa-  apa yang ada di alam dengan dasar membaca terlebih dahulu.  karena membaca merupakan dasar untuk mennguasai suatu wawasan. 
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK MORAL
Manusia sebagai makhluk moral yang mendiami ruang spiritual ditandai dengan kemampuannya memahami, merasakan, dan memberi respon terhadap fakta-fakta moral.
Fakta-fakta moral ini dapat kita pahami melalui sebuah fakultas yang disebut kesadaran moral.
Ciri utama manusia moral ialah kemampuannya untuk bertindak berdasarkan prinsip-prinsip moral, bukan oleh emosi atau naluri.
Misalnya, prinsip moral ini: kita berpuasa karena Allah! Meskipun berpuasa mengabaikan kebutuhan biologis dengan menahan lapar dan haus, namun kemampuan berpuasa yang mengambil kekuaran dari ranah spiritual itu, sekaligus menunjukkan identitasnya sebagai manusia moral dan mendemonstrasikan ketangguhan moralnya.
Ketangguhan moral dan karakter yang berkembang menuju keilahian, ditingkat kerja, menghasilkan kinerja-kinerja berskala dunia atau sukses berskala peradaban.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia sebagai makhluk berbudaya berarti manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk lain, yaitu manusia memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai catatan bahwa dengan pikirannya, manusia mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan kehendaknya, manusia mengarahkan perilakunya dan dengan perasaannya manusia dapat mencapai kebahagiaan. Tujuan dari pemahaman bahwa manusia sebagai makhluk budaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematik budaya yang berkembang dimasyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan makhluk biologis saja, namun juga sebagai makhluk sosial, ekonomi, politik, dan makhluk budaya.
Bukti bahwa manusia makhluk berbudaya adalah kita dapat mengembangkan potensi perilau yang baik untuk bergaul dengan masyarakat dan lingkungan sosial sebagai insan yang berbudaya dengan cara mengenal, memahami, dan menghargai budayanya sendiri. Mengembangkan sikap sopan, ramah, dan rendah hati dalam berinteraksi secara efektif dengan para seniman dan budayawan, lingkungan sosial. Kita harus dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa yang berbudaya dalam pergaulan dunia.
Contoh-contoh yang menentukan manusia sebagai makhluk berbudaya, misalnya kebiasaan masyarakat untuk mengadakan sholawatan dalam rangka menyambut maulid nabi besar Muhammad SAW, budaya bau nyale di wilayah Nusa Tenggara Barat, saweran pada acara pernikahan, dan berbagai macam budaya lain di Nusantara ini yang sampai sekarang masih tetap dilaksanakan karena kepercayaan mereka kepada nenek moyang mereka sekaligus sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk berbudaya.
       

          Demikian sedikit ilmu yang dapat saya  sampaikan kepada pembaca ,semoga bisa memberikan inspirasi dan  membuka wawasan bagi kita semua.amin

FUNGSI MAHASISWA dalam PANDANGAN ISALAM

Assalamualaikum wr.wb
              
              alhamdulillahhirabbil`alamin,segala puji kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehinngga kita masih bisa merasakan nikmat  yakni nikmat sehat.
             Sholawat ma`assalam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.berkat perjuangan beliaulah kita masih bisa merasakan indahnya agama islam. Dalam kesempatan  yang insyaallah di rahmati allah ini,saya akan kembali menuliskan sebuah  artikel dengan judul  FUNGSI MAHASISWA DALAM PANDANGAN ISLAM.


Mahasiswa bila dilihat dalam pandangan islam adalah seorang pemuda yang penuh dengan antusias dan semangat dalam kebangkitan islam yang dicirikan seperti dakwah kampus, contohnya: Lembaga Dakwah Kampus, kegiatan organisasi eksternal kampus, serta community service  yang dilakukan oleh mahasiswa sebagaimana yang dicantumkan dalam Kisah Nabi Ibrahim (QS. Al An’aam: 74), Kisah Nabi Daud (QS. Al Baqarah: 251), Kisah Nabi Yusuf (QS Yusuf: 54-56), Kisah Ashabul Ukhdud (QS Al Buruuj), Kisah Ashabul Kahfi (QS. Al Kahfi: 13-14), serta Kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
           
Semangat dan Idealisme yang dimiliki oleh mahasiswa sangat berpengaruh sekali dalam kebangkitan bangsa, negara dan agama. Sehingga peranan mahasiswa selalu dijuluki Agent Of Change, dengan label ini mahasiswa diharapkan bisa merubah kondisi dan situasi dalam kehidupan masyarakat saat ini. Seperti kegiatan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa yang kegiatan ini bertujuan selain membantu masyarakat tetapi juga diharapkan bisa merubah pola piker masyarakat dalam menyikapi suatu permasalahan.Teoritis dan praktek lapangan pun tak sama. Hanya saja, peranan yang dirasakan oleh masyarakat belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, sehingga keberadaan mahasiswa sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Mengapa demikian? Itu disebabkan karena dari mahasiswa sendiri memiliki sifat individualisme atau bahasa sederhananya cuek/ tidak peduli dengan kondisi yang ada disekitarnya, pikiran mahasiswa masih terkotak-kotak atau saling membangga-banggakan kepentinggan golongannya sehingga sering menimbulkan sifat fanatik diantara mahasiswa yang lain yang tidak sepemahaman, padahal memiliki tujuan yang sama.
          
Bahkan yang lebih disorot oleh masyarakat yaitu aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa seperti demo-demo dijalanan dengan cara anarki, contohnya: bentrok antara mahasiswa dengan polisi, merusak fasilitas-fasilitas publik dan lain-lain. Membuat masyarakat memandang mahasiswa dianggap belum siap untuk menjadi agent of change tetapi memandangnya agent of demo. Terlebih mahasiswa saat ini semangat idealisme mahasiswa cenderung ditunggangi bahkan digadaikan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, seperti ditunggangi oleh partai politik (Parpol). Makanya jangan heran apabila mahasiswa sekarang cenderung tidak memikirkan nasib masyarakat, tetapi lebih kepada kepentingan politik semata.
Solusi   
            
Setiap permasalahan pasti ada solusinya, solusi yang bisa diberikan dari saya pribadi. Pertama, lebih peduli kepada kondisi yang ada disekitar termasuk kepada masyarakat, jangan sampai cuek dengan mereka karena mereka sama-sama saudara kita karena dalam hadhis “Tidaklah termasuk beriman seseorang di antara kami sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i). Kedua, menghargai setiap perbedaan pendapat baik dalam satu organisasi maupun beda organisasi. Ketiga, merubah pola tindakan atau gerakan mahasiswa yang tadinya suka berbuat anarki menjadi aksi solidaritas dan langsung terjun kedalam dunia masyarakat. Keempat, buat para mahasiswa jangan terlalu terlibat dulu dalam segi politik praktis, karena besar kemungkinan apabila sudah terjun maka arah tujuannya sudah tidak murni lagi.
Sebagai penutup mungkin ada hadhis Nabi (SAW) yang berbunyi: “sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain”. Setiap perbuatan yang dilakukan tentunya harus ada manfaatnya, dengan hadhis ini bisa diharapkan agar mahasiswa mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki demi menolong orang lain tentunya masyarakat, baik itu dengan cara mengadakan kegiatan sosial kepada masyarakat, menyampaikan aspirasi masyarakat n mahasiswa melalui aksi tujun kejalan dengan tertib, bahkan terjun kedalam dunia masyarakat atau lebih dari itu yang penting ilmu yang dimiliki bisa memberikan manfaat kepada kemajuan dan kebangkitan bangsa, negara dan agama.
Demikian  materi yang dapat saya tuliskan semoga bermanfaat bagi pembaca dan bisa memetik beberapa ilmu dari tulisan ini.amin

AYAT-AYAT AL-QURAN yang BERKAITAN DENGAN METODE PENDIDIKAN

assalamualaikum wr.wb
            
              alhamdulillahhirabbil`alamin,segala puji kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehinngga kita masih bisa merasakan nikmat  yakni nikmat sehat.
             Sholawat ma`assalam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.berkat perjuangan beliaulah kita masih bisa merasakan indahnya agama islam. Dalam kesempatan  yang insyaallah di rahmati allah ini,saya akan kembali menuliskan sebuah  artikel dengan judul ayat ayat alquran dalam metode pendidikan .tulisan ini saya buat guna berbagi ilmu dan memenuhi tugas yang di amanahkan oleh bapak dosen yang mengajar pendidikan agama islam.

1. Q.S. AZ ZUMAR AYAT 8 DAN 9.
Allah SWT berfirman ;

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِله أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلاً إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ ٱلنَّارِ  * أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَآءَ اللَّيلِ سَاجِداً وَقَآئِماً يَحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُواْ رَحْمَةَ رَبِّهٖ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلأَلْبَابِ  *  قُلْ يٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ آمَنُوْا ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ لِلَّذِيْنَ أَحْسَنُواْ فِي هٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ ٱللهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ*
Al Imam Al Fairuz Abadi [1] dalam Tafsirul Quran menjelaskan ayat ini bahwa ketika seorang hamba seperti Abu Jahal dan para pengikutnya ditimpa kemadharatan (kesusahan dan bencana), ia berharap kepada Allah agar menghilangkan kesusahan dan musibah tersebut darinya. Kemudian jika musibah dan kesusahan itu diganti dengan nikmat, orang itu lupa atas apa yang telah dilakukannya dahulu sebelum diberi nikmat (yaitu berdoa kepada Allah), dan melakukan perbuatan syirik lagi menyimpang lalu menyesatkan orang lain dari jalan yang benar. Dalam ayat berikutnya Allah mengabarkan bahwa tidaklah sama keberuntungannya antara orang-orang (yaitu nabi ﷺ dan Abu Bakar Ash Shidiq juga para sahabat ؓ) yang mentaati Allah siang dan malam, melakukan ibadah, mengingat kehidupan akhirat yang mereka mengetahui tauhidullah, perintah dan laranganNya dengan orang yang tidak mengetahui hal tersebut (seperti Abu Jahal dan pengikutnya). Dan yang dapat mengambil pelajaran tersebut hanyalah orang-orang yang berakal dan mau berfikir lah yang mendapat nasehat agung dari Al Quran.
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa diantara faedah dari ayat ini adalah ;
  1. Salah satu metodologi pendidikan Qurani adalah menyelesaikan problem peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar dengan memberikan perumpamaan yang mudah dipahami oleh anak didik.
  2. Diperbolehkan bagi setiap pendidik untuk menguji peserta didik dalam menentukan pilihan atas dua permasalahan yang sama kuat.
  3. Sepantasnya bagi seorang pendidik untuk mengajak anak didik agar mampu mengidentifikasi keistimewaan waktu dan  amal perbuatan tertentu.
  4. Termasuk metodologi pendidikan yang terkandung dalam ayat ini adalah diperbolehkannya seorang pendidik memberikan punishment kepada siswa yang tidak mengikuti rambu-rambu syariat dan tata tertib.
  5. Salah satu cara mengembalikan perhatian siswa kepada tema materi pembelajaran adalah dengan memanggil mereka dengan panggilan yang lembut seperti wahai anak-anakku dan sebagainya.
  6. Memberikan sebuah instruksi/ perintah kepada siswa sebaiknya dibarengi dengan reward sebagai bentuk motivasi dan membangkitkan positif thinking bahwa siswa pasti mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
2.      QS. AL HAJJ : 46
Allah SWT berfirman ;
 )  أَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِي الْأَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَعْقِلُوْنَ بِهَآ أَوْ اٰذَانٌ يَسْمَعُوْنَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِي الصُّدُوْرِ(
Artinya : “ Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu dengan hati yang mereka punyai itu mereka dapat memahami (hikmahnya) atau dengan telinga yang mereka punyai itu dapat mendengar (kisah nasib orang-orang terdahulu) yang dengan itu mereka mendengar peringatan?. Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”
Penjelasan umum ayat diatas adalah bahwa kita diperintahkan agar mengambil pelajaran dari puing-puing peninggalan umat-umat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah lantaran mereka telah melakukan kedurhakaan kepada Allah. Lalu melakukan kontemplasi (perenungan) secara mendalam dengan akal, memikirkannya dna mengambil pelajaran (i’tibar), nasehat dan menyimaknya penuh perhatian. Karena sesungguhnya yang buta itu bukan penglihatannya akan tetapi hatinya yang buta terhadap kebenaran dan dalam mengambil pelajaran.[2]
Faedah yang dapat dipetik dari ayat ini diantaranya yaitu; adanya beberapa metodologi pendidikan Qurani seperti observasi  dilanjutkan praktek. Kemudian menyimpulkan inti pokok dari sebuah masalah dalam hal ini materi pembelajarannya, dan membuktikan kebenaran suatu ilmu melalui sebuah penelitian, merumuskan manfaat dan hikmah dari sebuah kejadian. Bisa pula berupa pendataan, rangkuman atas sebuah kegiatan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk worksheet.
3.      QS. AL MAIDAH : 90
] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْـخَمْرُ وَالـْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
Penjelasan umum ayat diatas [3] adalah bahwa adanya sebuah seruan dari Allah kepada orang-orang yang beriman yaitu mereka yang membenarkan Allah dan rasulNya. Seruan itu berupa pemberitahuan bahwa khamr (setiap yang menghilangkan kesadaran akal), berjudi, mengundi nasib dengan murahanah, berkorban untuk anshab[4] adalah termasuk dosa karena perbuatan tazayyun (bujuk rayu) syetan. Dalam ayat ini juga ada perintah untuk menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut.
Beberapa metodologi yang terkandung dalam ayat ini adalah; seorang pendidik dianjurkan untuk memberikan data lengkap untuk kemudian dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi tema materi pembelajaran. Termasuk metode pendidikan juga adalah seorang pendidik  dianjurkan untuk menjelaskan manfaat dan tujuan sebuah pembelajaran sehingga peserta didik tidak memperoleh ambiguitas maksud sebuah pembelajaran.
4.      QS. AL AHZAB : 21
  ] لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الاٰخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيْرًا [
Artinya :Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Penjelasan umum ayat diatas adalah Allah SWT telah mengabarkan bahwa wahai kaum muslimin ketahuilah bahwa dalam diri rasulullah SAW itu terdapat banyak qudwah shalihah  (sisi keteladanan yang layak) seperti dalam perjuangannya, kesabarannya dan keteguhan diatas prinsip Islam, oleh karena itu contohlah beliau wahai orang yang selalu berharap rahmat Allah,  dan kedatangan hari akhir  serta selalu banyak berdzikir kepadaNya.
Metodologi pendidikan dengan keteladanan berarti pendidikan dilakukan dengan memberi contoh, baik berupa tingkah laku, sifat, cara berpikir, dan sebagainya. Banyak ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan dengan teladan merupakan metode pendidikan yang paling berhasil guna. Hal itu karena dalam belajar, orang pada umumnya, lebih mudah menangkap yang kongkrit ketimbang yang abstrak. Penggunaan keteladanan sebagai sebuah metodologi pendidikan juga terlihat dari teguran Allah terhadap orang-orang yang menyampaikan pesan, memberikan pendidikan kepada orang lain akan tetapi tidak mengamalkan muatan pesan pendidikan itu sendiri sebagai mana terdapat dalam Quran surat Ash Shaff : 2-3.

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Kiamat merupakan peristiwa dasyat yang maha luar bisa di alam semesta, karena setelah peristiwa tersebut tidak ada lagi kehidupan di muka bumi. Semua mahluk Allah dari manusia, binatang, dan segala is bumi akan binasa. Hanya seizin Allah Zat Yang Maha Hidup. Lalu kenapa Peristiea itu terjadi?????  Semua tidak ada yang mengetahui kecuali Aalh SWT. Namun meski Allah merahasiakan waktu datangnya hari kiamat, Allah telah mewahyukan kepada nabi Muhammad SAW, sejumlah peristiwa dan pertanda tertentu datangnya Hari Kiamat. Sejumlah pertanda tertentu menunjukan datangnya hari kiamat . Sejumlah pertanda mengisyaratkan sangat dekatnya hari kiamat itu antara lain dari peperangan dan kekacauan yang jumlahnya semakin meningkat hingga menghancurkan kota –kota besar, dari gempa hingga perkembangan imlu pengetahuan dan teknologi. Apa lagi tanda-tanda hari kiamat itu?? Untuk mengetahuai Simak materi berikut ini :

A. Pengertian Iman Kepada Hari Kiamat
Yang di maksud beriman kepada hari kiamat/ akhir adalah mempercayai bahwa seluruh alam semesta dan segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang kekal yakni di akhirat nanti. Keperayaan kepada hari kiamat merupakan masalah sam’iyyat, yakni masalah yang kita ketahui dan kita percayai berdasarkan dalil yang ada dalam Al-Quran dan hadis. Hari akhir yakni hari dimana seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini berakhir, hanya Allah-lah yang maha kekal. Berikut dalil yang menjelaskan adanya hari akhir Yakni:
1. Surat An-Naml Ayat 87
“ Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.”
2. Surat Al-Infitar ayat 1-3
“Apabila langit terbelah , dan bintang- bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan di jadikan meluap”
3. Sutat Al- Muzzamil ayat 14
“Pada haribumi dan gunung-gunung bergoncangan, dna menjadikan gunung-gunung itu tumpukan- tumpukan pasir yang berterbangan”.
Materi Pendidikan Agama Beriman Kepada Hari Kiamat
B. Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

1. Kiamat Sugra

         Kiamat Sugra berarti kiamat kecil. Seperti kematian, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan lain-lain. Kiamat sugra di sebit juga kiamat kecil, yaitu berakhirnya kehidupan masing- masing mahluk. Setiap mahluk yang hidup akan menemui kematian. Binatang- binatang akan mati setelah masa hidupnya selesai. Tumbuh- tumbuhan juga akan mengalami hal yang sama, demikian juga manusia. Hal itu seperti yang di jelaskan Alaah dalam surah Ali Imran Ayat 185,“ Tiap –tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalahdi sempurnakan pahalamu. Barang siapa di jatuhakan dari neraka dan di  masukan ke dalam surga, maka sesungguhnya iatelah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang memberdayakan.”

        Kematian adalah terpisahnya antara jasmani dan rohani. Jasmani kembali ke asala yakni tanah. Dan rohan kembali kealam kubur (alam Barzah). Alam kubur adalah alam tempat hidup umat manusia setelah mati sampai merea kembali di bangkitkan oleh Allah dan tiba waktunya hari perhitungan atas amal perbuatan mereka ketika di dunia. Ada dua kelompok manusia di Alam barzah, yaitu :

a. Kelompok yang memperoleh kenikmatan dan rida Allah SWT. Adalah kempok orang mukmin yang saleh. Ia akan bisa menjawab semua pertanyaan yang i ajukan dengan baik tanpa ada rasa takut dan gentar. Kemudian Allah SWT, memperlihatkan kepadanya salah satu pintu surga tempat tinggalnya nanti yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan.

b. Kelompok yang memperoleh murka dari Allaw SWT. Adalah kelompok orang –orang yang kafir . Ia mendengar segala pertanyaan malaikat Mungkar dan malaikat Nangkir itu, tetapi ia tidak bisa menjawabnya. Kemudian AllahSWT, memperlihatkan kepadanya salah satu pintu neraka dengan berbagai macam siksaan.

2. Kiamat Kubra 
Kiamat Kubra ( kerusakan besar) adalah hancurnya Alam semesta dengan segala isinya. Keadaan alam semesta dan segala isinya pada waktu terjadi kiamat banyak di jelaskan Allah dalam Al-Quran. Kapankah terjadinya hari kiamar kubra itu ? Hanya Allah saja yang mengetahui. Tidak ada satu mahluk pun yang mengetahuinya termasuk para malaikat Allah. Setelah kiamat kubra terjadi maka malaikat Israfil akan meniup sangkakala untuk yang kedua kalinya. Hal ini pertanda Allah akan membangkitkan dan menghidupkan kembali manusia yang paling akhir yang hidup du muka bumi akan bangkitnya dari alam kubur. Peristiwa ini di namakan Yaumul ba’ast.
C. Tanda- tanda Hari Kiamat

Tanda – tanda kiamat ada 2 yakni:

1. Tanda –tanda Kecil

Tanda-tanda kecil hari kiamat antara lain:
a. Hamba sahaya perempuan di kawini oleh tuannya.
b. Ilmu agama di anggap sudah tidak penting lagi.
c. Tersebarnya perzinaan karena memperoleh izin dari penguasa.
d. Minuman keras merajalela.
e. Jumlah wanita lebih banyak daripada laki- laki dengan perbandingan 50:1.
f. Adanya dua golongan besar yang saling membunuh, tetapi sama-sama mengaaku dirinya memperjuangkan agama islam.
g. Lahirnya Dajal ( tukang dusta) yang mengaku dirinya utusan Allah SWT, dan banyak berbohong serta menipu dan menganggap baik sesuatu yang buruk dna menggambarkan sesuatu tidak baik dengan gambaran yang memikat hati.
h. Banyak terjadi gempa bumi
i.  Fitnah muncul di mana- mana
j. Pembunuhan merajalela
k. Banyak manusia yang menginginkan dirinya mati.

2. Tanda – tanda Besar

Tanda-tanda besar kiamat antara lain:
a. Matahri muncul dari barat
b. Munculnya binatang ajaib yang bisa berbicara
c. Rusaknya Kakbah
d. Lenyapnya Al-Quran
e. Seluruh manusia menjadi kafir
f. Munculnya Yakjut Makjut


D.  Kehidupan Setelah Hari Kiamat

1.  Yaumul Ba’ast
Yaumul ba’ast adalah bangitnya seluruh mahluk hidup dari kuburnya. Semua manusia bi bangkitkan dari kubur . Kebangkitan ini di tandai dengan peniupan sangkakala oleh malaikat Israil.

2.  Yaumul Mahsyar
Pada saat itu mausia di kumpulkan di suatu tempat yang sangat luas yang dinamakan Padang Mahsyar. Di tempat inilah seluruh manusia di kumpulkan oleh Allah.

3.  Yaumul Hisab
Setelah semua manusia di kumpulkan di padang makhsyar maka mereka akan di  hisab, di hitung dan di timbang semua amal perbuatan ketika di dunia. Pada saat itulah keadilan Allah akan benar- benar terbukti semua amal perbuatannya karna Allah maha Adil. Pada saat itulah manusia tidak bisa mengelak atas semua perbuatannya pada saat di dunia. Dan mereka akan mendapatkan balasan atas masing- masing perbuatannya ketika di dunia dan tidak ada satu pun yang di rugikan.

4. Yaumul Jaza’

Setelah tahap penghitungan selesai, maka tibalah saatnya putusan Allah untuk memberi balasan. Inilah yang di namakan Yaumul Jaza’. Pada saat itu, Allah akan memberikan balasan secara adil kepada semua manusia sesuai dengan amal perbuatannya pada saat di dunia.

MANUSIA BELAJAR DARI HEWAN

assalamualaikum wr.wb
           
              alhamdulillahhirabbil`alamin,segala puji kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehinngga kita masih bisa merasakan nikmat  yakni nikmat sehat.
             Sholawat ma`assalam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.berkat perjuangan beliaulah kita masih bisa merasakan indahnya agama islam. Dalam kesempatan  yang insyaallah di rahmati allah ini,saya akan kembali menuliskan sebuah  artikel dengan judul MANUSIA BELAJAR DARI HEWAN.tulisan ini saya buat guna berbagi ilmu dan memenuhi tugas yang di amanahkan oleh bapak dosen yang mengajar pendidikan agama islam.
                Hewan adalah makhluk allah selain manusia dan tumbuhan yang memiliki nyawa. Hewan memiliki banyak sejarah baik pada masa nabi,maupun sampai saat ini. Manusia yang berprilaku hina akan lebih hina dari binatang. Namun ada baiknya juga manusia mempelajari sifat positif dari binatang. Berikut penjelasannya.
1. Burung
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.

Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus menahan lapar. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan, apalagi setelah lahannya banyak yang diambil manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

-Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu.
-Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.
-Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.
-Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.
-Kita juga melihat bahwa burung pun memiliki tanggung jawab pada keluarganya.

Kalau kita bandingkan dengan burung, sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung ? Kita seolah tidak mampu meghadapi masalah Banyak manusia yang mencoba lari dari masalah mereka. Banyak dari mereka yang lupa akan tanggung jawab pada diri sendiri maupu bagi keluarga. Mengapa manusia banyak yang putus asa dan bahkan ingin mengakhiri hidup agar terhindar dari masalah ?

2. Anjing
Islam memang mengharamkan hewan yang satu ini. Tapi walaupun begitu, anjing memiliki sifat yang mungkin tidak dimiliki oleh kita semua sebagai makhluk yang sempurna.

Anjing adalah hewan yang paling setia kepada majikannya. Bahkan dalam kisah ashabul kahfi, yang menjaga pemuda-pemuda muslim saat tidur didalam gua selama 309 tahun adalah anjing.

Dia rela menjaga majikan-majikannya sampai akhir hayatnya. Subhanallah…!

3. Semut
Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari kehidupan semut. Tentu saja yang tampak dari keistimewaanya adalah kebiasaan gotong royong dalam kehidupannya. Kepeduliannya terhadap sesama semut untuk saling membantu menjadi ciri khas yang bisa kita tiru. Sebesar dan seberat apapun pekerjaan yang dihadapi, semut-semut itu dapat menuntaskannya dengan kebersamaan dan kerja sama (team-work) yang baik.

Satu hal lagi yang bisa kita contoh dari perilaku kehidupan semut, yaitu bagaimana mereka rajin menabung. Dalam hal ini adalah mengumpulkan cadangan makanan untuk komunitasnya. Keberadaan mereka di dunia ini tidak menjadi beban bagi mahluk lainnya. Bahkan, kebiasaan para semut ini menabung makanan justru memberi efek manfaat bagi alam. Ternyata, kumpulan makanan yang mereka timbun dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah disekitarnya.

4. Lebah
Lebah adalah sejenis serangga yang hidup berkelompok dalam sebuah tempat atau koloni.
Biasanya, kita dapat menjumpainya di daerah yang cenderung jauh dari pemukiman penduduk dan berada di tempat-tempat yang tinggi.
Dalam kelompoknya, lebah terbagi menjadi :
-Lebah Ratu yang berperan sebagai penghasil keturunan,
-Lebah Pekerja yang tugasnya mencari makanan, dan
-Lebah Tentara atau Penjaga yang bertugas untuk menjaga keamanan sekitar sarang tempat tinggal koloninya.

Setiap peran dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Sang Ratu merelakan dirinya bertambah gemuk dan gemuk, serta setia untuk menghasilkan telur-telur bakal generasi lebah yang baru.
Sementara itu, lebah penjaga yang sekaligus juga sebagai pengasuh, dengan setia menjaga sekitar sarangnya. Apabila ada pengganggu mendekat, dengan sigap dia akan mempertahankan daerah teritorialnya. Jika perlu, lebah penjaga siap mengorbankan dirinya. Seekor lebah apabila menyengat musuhnya, kait penyengatnya akan tertinggal di dalam tubuh musuhnya. Dan biasanya lebah tersebut akan mati.
Sebagian lagi dari lebah penjaga sibuk mengasuh bayi-bayi lebah mungil serta membangun sarangnya agar kokoh.

Sementara Lebah Pekerja sibuk berkeliaran mencari nektar bunga untuk dibawa pulang ke sarang sebagai suplay persediaan makanan koloninya. Tidak hanya sekadar banyaknya makanan yang ia kumpulkan, tapi ia pun sangat selektif dalam memilih makanannya. Yang ia hisap hanyalah nektar bunga tertentu saja.

Ada sebuah pelajaran berharga dari kebiasaan lebah saat ia menghisap nektar dari bunga. Ternyata, setiap kali ia mendatangi bunga untuk menghisap nektarnya, kaki-kaki mungilnya ikut menyebarkan serbuk sari. Saat hal ini terjadi, sesungguhnya ia sedang membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah. Jadi, selain mendapatkan nektar dari bunga, iapun memberikan keuntungan terhadap tumbuh kembang bunga tersebut menjadi buah. Dengan demikian, dalam proses tersebut telah terjadi sebuah peristiwa yang saling membutuhkan keuntungan dan kepuasan bagi kedua pihak .


buat renungan :
Apabila yang dilakukan oleh lebah kita tiru, sesuatu yang hebat akan terjadi. Kondisi alam yang saat ini dinilai telah mengalami banyak kerusakan, sedikit demi sedikit akan berangsur membaik. Kebiasaan mengeksploitasi kekayaan alam dan sesama manusia tidak lagi terjadi. Kita tidak lagi menjadi otak dibalik gundulnya pegunungan, terbakarnya hutan, dan mengeringnya bumi karena kita sebagai manusia yang berakal mampu menebarkan manfaat seluas-luasnya seperti lebah. Kehadiran kita didunia ini benar-benar menghadirkan karunia bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Semestinya kita semakin merunduk karena rasa malu yang semakin berat setelah tahu bahwa lebah yang kecil mungil itu ternyata jauh lebih cerdas kehidupannya. Maha- Karya yang dihasilkannya berupa madu tidak hanya berguna untuk kaumnya, saja tapi juga untuk seluruh mahluk hidup, termasuk manusia. Kitab suci telah menjelaskan tentang madu yang keluar dari perut lebah bahwa sesungguhnya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Ini adalah sebuah jaminan langsung dari Pencipta.

Itulah beberapa hewan yang bisa memberi kita pelajaran lewat kebiasaan hidup mereka. Sebenarnya masih banyak hikmah yang dapat kita petik dari kehidupan hewan yang tidak mempunyai akal itu hanya kitanya saja yang tidak memperhatikan.